• Blockquote

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Bahasa dan Komputasi Komputer (Teknologi Informasi)

Jumat, 21 Maret 2014 0 komentar

Topik : Bahasa dan Komputasi (Teknologi Informasi)

Teori komputasi

                 Teori komputasi adalah cabang ilmu komputer dan matematika yang membahas apakah dan bagaimanakah suatu masalah dapat dipecahkan pada model komputasi, menggunakan algoritma. Bidang ini dibagi menjadi dua cabang: teori komputabilitas dan teori kompleksitas, namun kedua cabang berurusan dengan model formal komputasi.

                Untuk melakukan studi komputasi dengan ketat, ilmuwan komputer bekerja dengan abstraksi matematika dari komputer yang dinamakan model komputasi. Ada beberapa model yang digunakan, namun yang paling umum dipelajari adalah mesin Turing. Sebuah mesin Turing dapat dipikirkan sebagai komputer pribadi meja dengan kapasitas memori yang tak terhingga, namun hanya dapat diakses dalam bagian-bagian terpisah dan diskret. Ilmuwan komputer mempelajari mesin 
 Turing karena mudah dirumuskan, dianalisis dan digunakan untuk pembuktian, dan karena mesin ini mewakili model komputasi yang dianggap sebagai model paling masuk akal yang paling ampuh yang dimungkinkan.

                  Kapasitas memori tidak terbatas mungkin terlihat sebagai sifat yang tidak mungkin terwujudkan, namun setiap permasalahan yang "terputuskan" (decidable) yang dipecahkan oleh mesin Turing selalu hanya akan memerlukan jumlah memori terhingga. Jadi pada dasarnya setiap masalah yang dapat dipecahkan (diputuskan) oleh meisn Turing dapat dipecahkan oleh komputer yang memiliki jumlah memori terbatas.

           Sehingga bahasa dan komputasi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan di bidang teknologi informasi. Sebagai contoh dalam hal ini seorang programmer harus dapat mengartikan bahasa komputer itu dalam membuat aplikasi sehingga dapat di komputasi oleh bahasa mesin. Contohnya seperti bahasa C++, Pascal, HTML dan lain-lain. Jika seorang programmer tidak tahu makna dari bahasa tersebut maka seorang programmer tidak dapat mengaplikasikan apa arti maksut dari bahasa tersebut.
 
Sub topik :

          Neuro-linguistic programming (NLP) adalah sebuah pendekatan komunikasi, pengembangan pribadi, dan psikoterapi yang diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder di California, USA pada tahun 1970-an. Penciptanya mengklaim adanya hubungan antara proses neurologi ("neuro"), bahasa ("linguistic") dan pola perilaku yang dipelajari melalui pengalaman ("programming") dan bahwa hal tersebut dapat diubah untuk mencapai tujuan tertentu dalam kehidupan. Bandler dan Grinder mengklaim bahwa ketrampilan seseorang dapat "dimodel" menggunakan metodologi NLP kemudian ketrampilan tersebut dapat dimiliki oleh siapa saja. Bandler dan Grinder juga mengklaim bahwa NLP dapat mengobati masalah seperti pobia, depresi, gangguan kebiasaan, penyakit psikosomatik, miopi, alergi, flu[9] dan gangguan belajar, seringkali hanya dalam satu sesi terapi. NLP telah diadopsi oleh beberapa hipnoterapis dan dalam seminar-seminar yang dipasarkan untuk bisnis dan pemerintahan. Ulasan penelitian empiris menunjukkan bahwa NLP telah gagal memproduksi hasil yang dapat diandalkan terhadap ajaran intinya. Bukti ilmiah mengungkapkan bahwa NLP didiskreditkan sebagai pseudosains. Ulasan ilmiah menunjukkan adanya beberapa kesalahan faktual dan gagal untuk menghasilkan hasil yang ditegaskan oleh para pendukungnya.Menurut psikolog klinis Grant Devilly (2005), NLP telah mengalami penurunan dalam prevalensi sejak tahun 1970-an. Kritik telah melampaui kurangnya bukti empiris untuk efektivitas, mengatakan bahwa NLP memamerkan karakteristik pseudosains, judul, konsep dan terminologinya juga. NLP tampil sebagai contoh dari pseudosains untuk memfasilitasi pengajaran literasi sains di tingkat profesional dan universitas. NLP juga muncul pada daftar intervensi yang didiskreditkan berbasis ulasan konsensus ahli. Dalam penelitian yang dirancang untuk mengidentifikasi "faktor dukun" dalam praktik kesehatan mental modern, Norcross et al. (2006)  mendaftarkan NLP sebagai kemungkinan didiskreditkan untuk pengobatan masalah perilaku. Norcross et al. (2010) mendaftarkan NLP dalam sepuluh besar intervensi yang paling didiskreditkan, Glasner-Edwards dan Rawson (2010) mendaftarkan terapi NLP sebagai "pasti didiskreditkan".

Daftar pustaka : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_komputasi

http://id.wikipedia.org/wiki/NLP


Materi Sisitem organisasi data .

Sabtu, 06 Juli 2013 0 komentar

Bab1 Tipe
Bab2_array
Bab3_stack
Bab4_queue

linked-list
RECORD+SOD2
Pohon+Binar



                                                                          << StaffSite | Copyright 2005 - Universitas Gunadarma

ulasan mengenai pelajaran SOD

0 komentar

STRUKTUR DATA 
PENDAHULUAN 
 Struktur data adalah suatu koleksi atau kelompok data yang dapat 
dikarakterisasikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. 
Algorithma : barisan langkah-langkah unutk menyelesaikan sebuah program. Inputnya 
harus data. Sebuah program belum tentu Algortihma, Sebuah Algoritma harus bisa 
diimplementasikan sebuah program. 
Jadi Struktur Data & Algoritma = Program 
Data secara umum dapat dikategorikan atas : 
- Tipe data sederhana 
1. Tunggal : Integer, Real, Boolean, Karakter 
2. Majemuk : String 
- Struktur data 
1. Sederhana : Array, Record 
2. Majemuk : 
- Linier : Linier Linked List, Stack, Queue 
- Non Linier : Binary Tree, Binary Search Tree, General Tree, Tree, Graf 
INTEGER 
Suatu integer adalah anggota dari himpunan bilangan : 
{..., -(n+1), -n, ..., -2, -1, 0, 1, 2, ..., n, n+1, ...} 
Operasi dasar yang ada dalam integer yaitu : +, -, *, /, ^ 
Pembagian Integer (DIV) 
Hasil dari pembagian integer DIV adalah sebuah integer (menghilangkan bagian 
pecahan dari hasil pembagian) 
Contoh : 17 DIV 3 = 5 
Selain itu terdapat operasi MOD (Modulo) : sisa dari pembagian 
Contoh : 17 MOD 3 = 2 
Masing-masing operator pada operasi di atas, yang bekerja terhadap sepasang integer 
(operand) disebut sebagai Binary Operator. Sedangkan operator yang hanya bekerja 
terhadap satu operand saja disebut sebagai Unary Operator. Contoh dari unary 
operator adalah negasi. 
REAL 
Data numerik yang bukan termasuk integer, digolongkan dalam jenis data real. Jenis 
data ini ditulis menggunakan titik desimal (atau koma desimal). Bilangan real 
dimasukkan ke dalam memori komputer memakai sistem floating point, merupakan versi 
yang disebut Scientific Notation. Di sini penyajiannya terdiri atas dua bagian, yaitu : 
mantissa (pecahan) dan eksponen. Struktur dan Organisasi Data 2 
BAB 1 2
Contoh : 
Di dalam sistem desimal, 123000 = 0.123 * 106 
di sini 0.123 adalah mantissa atau pecahan, sedangkan 6 adalah eksponennya. 
Secara umum suatu bilangan real X dituliskan M * RE
di sini: M dijadikan pecahan, R adalah radixnya dan E merupakan eksponennya. 
BOOLEAN 
Jenis data ini disebut juga jenis data logical. Elemen dari jenis data ini mempunyai nilai 
salah satu dari true atau false. 
Operator yang dikenal pada boolean, yaitu : 
A. Operator Logika, yaitu : AND, OR, NOT 
• Operator AND akan menghasilkan nilai true, jika kedua operand bernilai true. 
• Operator OR akan menghasilkan nilai true, jika salah satu operand bernilai true 
• Operator NOT merupakan “precedence” dari operator AND dan OR. 
Dalam suatu ekspresi yang tidak menggunakan tanda kurung, operator NOT harus 
dievaluasi sebelum operator AND dan OR. 
B. Operator Relasional, yaitu : >, <, >=, <=, <> dan = 
 Contoh : 6 < 8 = True 
 9 > 8 = False 
KARAKTER 
Jenis data karakter merupakan elemen dari suatu himpunan yang terdiri atas bilangan, 
abjad dan simbol khusus. 
(0,1,...,8,9, A, B, ..., Y,Z, +, -,*,√, ...} 
STRING 
Barisan hingga karakter yang dibentuk oleh suatu kumpulan dari karakter. 
Karakter yang digunakan untuk membentuk suatu string disebut alfabet. Dalam 
penulisannya, suatu string berada dalam tanda “aphosthrope”. 
Contoh : 
 Misal diberikan himpunan alfabet A = {C,D,1}. 
 String yang dapat dibentuk dari alfabet di atas antara lain : 
 ‘CD1’,’CDD’,’DDC’,’CDC1’,... dan sebagainya, termasuk “null string” atau “empty 
string” 
Himpunan tak hingga dari string yang dibentuk oleh alfabet A disebut VOCABULARY, 
Notasi : VA atau A* 
Jika suatu string dibentuk dari alfabet {0,1}, maka string yang terbentuk disebut dengan 
“Bit String”. 
OPERASI Operator 
1. Jumlah karakter dalam string LENGTH 
2. Gabungan 2 buah string CONCAT 
3. Sub bagian dari string SUBSTR 
4. Menyisipkan string kedalam string yang lain INSERT 
5. Menghapus karakter dalam string DELETE Struktur dan Organisasi Data 2 
BAB 1 3
LENGTH 
Nilai dari operasi ini adalah suatu integer yang menunjukkan panjang dari suatu string . 
Notasi : LENGTH(S) = N (integer) 
 di sini S = String, N = integer 
Contoh: 
A. Jika diberikan string S =‘a1a2 ... aN’ 
 Maka LENGTH(S) = N 
B. Jika diberikan string S =“MANAJEMENINFORMATIKA” 
 Maka LENGTH(S) = 20 
C. Jika diberikan string S = “ABCD20”, maka LENGTH(S) = 6 
CONCAT 
Operasi ini bekerja terhadap dua string dan hasilnya merupakan resultan dari kedua 
string tersebut. 
Jika S1 dan S2 masing-masing adalah suatu string, maka bentuk operasi 
CONCATENATION dinotasikan dengan : CONCAT(S1, S2). 
Contoh : 
Misal S1 = ‘a1a2 ... aN’ dan S2 =‘b1b2 ... bM’ 
Maka CONCAT(S1,S2) = ‘a1a2 ... aNb1b2 ... bM’ 
Jika diberikan string sebagai berikut : 
S1 = “MANAJEMEN” 
S2 = “INFORMATIKA”, maka CONCAT(S1,S2) = “MANAJEMENINFORMATIKA” 
Panjang dari string yang baru (resultan) merupakan jumlah panjang dari masing-masing 
string atau : 
LENGTH(CONCAT(S1,S2)) = LENGTH(S1) + LENGTH(S2) 
SUBSTR 
Operasi ini adalah operasi membentuk string baru, yang merupakan bagian dari string 
yang diketahui. 
Notasi : SUBSTR(S, i, j) 
 di sini : S = string yang diketahui 
 i dan j = integer 
 i = posisi awal substring 1 ≤ i ≤ LENGTH(S) 
 j = banyak karakter yang diambil 
 0 ≤ j ≤ LENGTH(S) dan 0 ≤ i+j-1 ≤ LENGTH(S) 
Contoh : 
Diberikan S = ‘a1a2 ... aN’ ; I = 2 ; j= 4 
Maka SUBSTR(S,i,j) = SUBSTR(S,2,4) =‘a2a3a4a5’ 
Catatan : 
1. LENGTH(SUBSTR(S,i,j)) = j 
2. SUBSTR(CONCAT(S1,S2),1,LENGTH(S1)) = S1
3. SUBSTR(CONCAT(S1,S2),LENGTH(S1)+1,LENGTH(S2)) = S2
INSERT 
Operasi ini adalah untuk menyisipkan suatu string ke dalam string lain. 
Bentuk umumnya adalah adalah : INSERT(S1,S2,i). S1 dan S2 masing-masing adalah 
suatu string dan i adalah posisi awal S2 pada S1. 
Contoh : 
Misalkan : S1 = ‘a1a2 ... aN’ Struktur dan Organisasi Data 2 
BAB 1 4
 S2 = ‘b1b2 ... bM’ 
 INSERT(S1, S2,3) = ‘a1a2b1b2 ... bMa3a4... aN’ 
DELETE 
Operasi ini digunakan untuk menghapus sebagian karakter dalam suatu string. 
Bentuk umumnya adalah : 
DELETE(S,i,j) → menghapuskan sebagian karakter dalam string S, mulai dari 
posisi i dengan panjang j. 
Contoh : 
Diberikan string S = ‘a1a2 ... aN’ 
DELETE(S,3,4) = ‘a1 a2 a7a8 ... aN’ 
DEKLARASI DALAM BAHASA PEMROGRAMAN 
♣ PASCAL 
 Var Count : integer; 
 Switch : boolean; 
 Betha : char; 
 Alamat : packed array [1..25] of char; 
♣ COBOL 
 DATA DIVISION 
 01 Count PICTURE S999. 
 01 Flda PICTURE X. 
 88 Switch VALUE ‘Y’. 
 01 Betha PICTURE X. 
 01 Alamat PICTURE X(25). 
MAPPING KE STORAGE 
♣ INTEGER
Bentuk mapping ke storage dari integer dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : 
1. Skema Sign and Magnitude 
2. Skema One’s Complement 
3. Skema Two’s Complement 
ϑ SKEMA SIGN AND MAGNITUDE 
Cara ini merupakan bentuk konvensional yang digunakan manusia untuk menyatakan 
suatu bilangan dalam bentuk biner. Di sini representasi bilangan positif dan negatif 
hanya dibedakan dengan tanda saja. Biasanya tanda positif atau negatif ditunjukkan 
oleh digit terdepan dari bentuk binernya, untuk representasi dengan jumlah digit 
tertentu. 
Contoh : 
 +5 ⎢ + 101 atau 5 ⎢ 101 Struktur dan Organisasi Data 2 
BAB 1 5
 -5 ⎢ - 101 
Catatan : tanda + biasanya diabaikan 
Dengan cara ini kita akan mendapatkan kesulitan dalam menentukan tanda pada saat 
melakukan operasi terhadap dua bilangan yang berbeda tandanya. 
ϑ SKEMA TWO’S COMPLEMENT 
Jika x bilangan bulat non negatif maka x’ bilangan binary negatif dari x sedemikian 
sehingga x + x’ = R 
 R = 2N
 N = jumlah digit maksimum 
 x’ = R - x 
Contoh : 
Bila N = 4, maka R = 24 = 16 
 x = 5 ⎢ 0101 
 x’ = R - x 
 = 16 - 5 = 11 ⎢ 1011 (-5) 
ϑ SKEMA ONE’S COMPLEMENT
Jika x bilangan bulat non negatif maka x’ bilangan binary negatif dari x sedemikian 
sehingga x + x’ = R 
 R = 2N
 - 1 
 N = jumlah digit maksimum 
 x’ = R - x 
Contoh : 
Bila N = 4, maka R = 24 - 1= 15 
 x = 5 ⎢ 0101 
 x’ = R - x 
 = 15 - 5 = 10 ⎢ 1010 (-5) 
Catatan 
Untuk R = 2N
 dan R = 2N
 - 1, bilangan bulat yang dapat disimpan dalam storage untuk 
ke-2 cara ini adalah : 
 2 (N-1) - 1 
Untuk R = 24, bilangan bulat terbesar = 23 -1, maka r = 24
 merepresentasikan bilangan 
dari -7 sampai dengan +7 Struktur dan Organisasi Data 2 
BAB 1 6
INTEGER 
SIGN & 
MAGNITUDE 
TWO’S 
COMPLEMENT 
ONE’S 
COMPLEMENT 
-7 -111 1001 1000 
-6 -110 1010 1001 
-5 -101 1011 1010 
-4 -100 1100 1011 
-3 -011 1101 1100 
-2 -010 1110 1101 
-1 -001 1111 1110 
0 000 0000 0000 
1 001 0001 0001 
2 010 0010 0010 
3 011 0011 0011 
INTEGER 
SIGN & 
MAGNITUDE 
TWO’S 
COMPLEMENT 
ONE’S 
COMPLEMENT 
4 100 0100 0100 
5 101 0101 0101 
6 110 0110 0110 
7 111 0111 0111 
Note: 
 Untuk One’s Complement : dari sign magnitude Kita rubah semua digitnya 
(kebalikannya) 
Untuk Two’s Complement : dari Sign Magniutde kita rubah semuanya kecuali 1 
terakhir dan 0 berikutnya. 
Contoh : 
1. X= 7 = 111 
Sign Magnitude = -111 
One’s Complement = 1000 
Two’s Complement = 1001 
2. X= 6 = 110 
Sign Magnitude = -110 
One’s Complement = 1001 
Two’s Complement = 1010 
3. X= 15 = 1111 
Sign Magnitude = -1111 
One’s Complement = 10000 
Two’s Complement = 10001 
4. X= 4 = 100 
Sign Magnitude = -100 
One’s Complement = 1011 
Two’s Complement = 1100 Struktur dan Organisasi Data 2 
BAB 1 7
♣ KARAKTER
Ada banyak skema yang digunakan untuk merepresentasikan karakter dalam storage. 
Pada umumnya skema yang paling banyak digunakan adalah : 
1. Extended Binary Coded Decimal Interchange (EBCDIC) 
 Digunakan kode 8 bit untuk menyatakan sebuah karakter. Jika dihitung, kemungkinan 
kombinasi seluruhnya : 28
 = 256. 
2. American Standard Code for Information Interchange (ASCII) 
 Digunakan kode 7 bit untuk menyatakan sebuah karakter. Jika dihitung, kemungkinan 
kombinasi seluruhnya : 27
 = 128. 
♣ STRING 
Untuk mengetahui bentuk mapping pada storage dari suatu string, perlu diketahui 
beberapa hal yang menyangkut ruang untuk string yang bersangkutan antara lain : 
- letak posisi awal (start) dan posisi akhir (terminal) 
- suatu pointer yang menunjukkan lokasi pada storage 
Ada tiga cara yang umum digunakan untuk mapping suatu string ke dalam storage. 
Misal diberikan dua string, yaitu : 
S1 = ‘ABCDEFG’ dan S2 = ‘BCD’ 
µ CARA 1 
Menggunakan tabel informasi : 
 - nama string (NAME) 
 - alamat awal (START) 
- panjang string (LENGTH) 
NAME START LENGTH 
STRING1 PTR1S 7 
STRING2 PTR2S 3 
Format penyimpanannya dapat berupa : 
 ABCDEFGBCD atau ABCDEFG 
 PTR2S 
 PTR1S PTR2S PTR1S 
µ CARA 2 
Menggunakan tabel informasi : 
 - nama string (NAME) 
 - alamat awal (START) 
 - alamat akhir (TERM) Struktur dan Organisasi Data 2 
BAB 1 8
NAME START TERM 
STRING1 PTR1S PTR1T 
STRING2 PTR2S PTR2T 
Format penyimpanannya dapat berupa : 
 ABCDEFGBCD atau ABCDEFG 
 PTR1T PTR2T PTR2T PTR1T 
 PTR2S 
 PTR1S PTR2S PTR1S 
µ CARA 3 
Menggunakan tabel informasi : 
 - nama string (NAME) 
 - alamat awal (START) 
 - suatu tanda yang menunjukkan batas string 
NAME START 
STRING1 PTR1S 
STRING2 PTR2S 
Penyimpanannya : 
 ABCDEFG#BCD# 
 PTR1S PTR2S 
Cara lain yaitu : 1. Packed 
 2. Unpacked 
Suatu string yang direpresentasikan dalam bentuk packed terbagi atas beberapa word. 
Banyaknya karakter untuk masing-masing word tergantung dari kode yang digunakan 
oleh mesin (bit-nya). 
Secara umum jumlah word yang digunakan untuk merepresentasikan string S dalam 
storage dengan K karakter per word adalah : 
 LENGTH(S) 
 K Struktur dan Organisasi Data 2 
BAB 1 9
Contoh : 
Misal diberikan string S =“ManajemenInformatika”, direpresentasikan dalam 4 karakter 
per word dalam bentuk packed. Maka secara fisik dapat digambarkan : 
Mana jeme nInf orma tika 
Jumlah word : 5 
Jumlah karakter/word : 4 
Sedangkan cara unpacked, setiap word terdiri hanya satu karakter, berarti jumlah word 
yang diperlukan untuk merepresentasikan suatu string S adalah : LENGTH(S) 
Contoh : 
Diberikan string S = “Gunadarma”. Representasinya dalam bentuk unpacked adalah : 
LENGTH(S) = 9 
G u n a d a r m a 
Notasi Big-OH 
Merupakan kasus terburuk dari pertama masuk sampai keluar. Berdasarkan langkah : 
1. Waktu : Big-OH = n2
2. Memori : Big-OH = 2n 

link video algoritma floyd

0 komentar

Perilaku konsumen

Rabu, 12 Juni 2013 0 komentar

Perilaku konsumen adalah proses atau aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Terdapat dua jenis mengenai pendekatan perilaku konsumen diantaranya :
a. Teori Kardinal ( Cardinal Theory )
b. Teori Ordinal ( Ordinal Theory )
3 pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen :
1. Pendekatan Interpretif.
2. Tradisional.
3. Sains pemasaran.
Cara menjadi konsumen yang baik :
· Pengenalan masalah
· Pencarian informasi
· Mengevaluasi alternatif
· Keputusan pembelian
· Evaluasi pasca-pembelian
Faktor – faktor perilaku konsumen :
1. Faktor budaya
2. Faktor social
3. Faktor pribadi
4. Faktor Psikologi

Resume Kelompok

0 komentar



KATA PENGANTAR





Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehinga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perilaku Produsen” ini dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami pengertian perilaku produsen yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia organisasi perusahaan.


Penyusun membuat makalah ini dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.


Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.


Terima Kasih,








DAFTAR ISI




Lembar Judul…………………............................................ 1

Kata Pengantar……………………...................................... 2

Daftar Isi……………………………................................... 3



Bab I Pendahuluan :


1.1 Latar Belakang…………………............................... 4

1.2 Rumusan Masalah…………..……............................ 5

1.3 Tujuan Penulisan……………………........................ 5




Bab II Pembahasan:


2.1 Perilaku Produsen........................................................ 6


2.2 Produsen Dan Fungsi Produksi.................................... 7


2.3 Tujuan Produksi........................................................... 8


2.4 Contoh Produsen Yang Merugikan.............................. 8


2.5 Peranan Produksi Pada Perilaku Produsen................... 9


2.6 Produsen Optimal......................................................... 10


2.7 Least Cost Combination................................................ 12


2.8 Contoh Kasus................................................................ 12



Bab III Penutup :


3.1 Kesimpulan....................................................... 14


Daftar Pustaka........................................................... 15








1.1 Latar Belakang



Dalam mengenal Produsen kita perlu mempelajari perilaku produsen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri.
Suatu metode didefinisikan sebagai suatu wakil realitias yang di sederhanakan. Model perilaku produsen dapat didefinisikan sebagai suatu sekema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktiviras-aktiviras produsen
Model perilaku produsen dapat pula di artikan sebagai kerangka kerja atau suatu yang mewakili apa yang di yakinkan Produsen dalam mengambil keputusan menjual dan mencari keuntungan
Adapun yang mempengaruhi factor-faktor perilaku produsen yaitu :
Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat sosial, kelompok anutan dan keluarga.
Sedangkan kekuatan pisikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.
Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku produsen sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku produsen.
Menganalisis perilaku produsen akan lebih mendalam dan berhasil apa bila kita dapat memahami aspek-aspek pisikologis manusia secara keseluruhan.


Dengan demikian berarti pula keberhasilan pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan pramuniaga dalam memasarkan suatu produk yang membawa kepuasan kepada konsumen dan diri pribadinya.












1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belang permasalahan yang ada, maka dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut :



1. Pengertian Produsen dan Fungsi produksi ?


2. Menjelaskan Produksi Optimal ?


3. Pengertian Least Cost Combination ?



1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan yang ingin dicapai ialah:


1. Memahami pengertian produsen


2. Agar mahasiswa dapat menjelaskan fungsi produksi


3. Dapat mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan produksi















BAB II


PEMBAHASAN




2.1 Perilaku Produsen



Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.


Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.


Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.
Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya






2.2 Produsen dan Fungsi Produksi



Pengertian Produsen



Produsen adalah orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan, sedangkan Produksi adalah usaha untuk menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dengan pengertian lain Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.



Seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai


tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:


1) berapa output yang harus diproduksikan, dan


2) berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.


Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut


digunakan dua asumsi dasar:


1) bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum,


2) bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.


Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut


fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan


hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan


jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik


harga faktor-faktor produksi maupun harga produk.


Dalam teori ekonomi, sifat fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum


yang disebut : The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum


ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input


yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input


yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input


tersebut terus ditambahkan.



Fungsi Produksi



Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jas. Dalam fungsi produksi, jas itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja.



Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :


Q = f(L, R, C, T)


Dimana :


Q = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)


F = symbol persamaan (function)


L = tenaga kerja (labour)


R = kekayaan alam (resources)


C = modal (capital)


T = teknologi (technology)




Persaingan global semakin pesat dengan persaingan yang sangat kuat, maka produsen dan perusahaannya harus mampu memikirkan perkembangan produksinya demi majunya perusahaan dalam persaingan.




2.3 Tujuan Produksi



Sudah jelas tujuan produksi yang menjadi motif utama yaitu untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit). Laba dalam arti sederhana adalah total penerimaan dan total pengeluaran.Selain dari itu tujuan produksi ialah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usaha mencapai suatu kemakmuran.

2.4 Contoh Perilaku Produsen yang Merugikan Masyarakat



Peranan produsen selaku pemasok barang, tentu sangat berpengaruh pada peredaran barang dan naik turunnya harga barang yang diterima masyarakat, jika produsen bertindak semena-mena dalam menaikkan harga barang, sudah pasti para pedagang kelas menengah ke bawah juga akan ikut menaikkan harga, dan pada akhirnya masyarakatlah yang akan mengalami kerugian karena harga yang sampai ditangan mereka pasti sangat mencekik.




Untuk itu, perilaku prdusen tidak boleh sewenang-wenang seperti menaikkan harga sembako sembarangan, karena perilaku seperti itu pasti akan merugikan masyarakat dan merembet ke sektor-sektor ekonomi lainnya.




Demi menjaga stabilnya harga pasar dan perilaku produsen juga para pelaku ekonomi lainnya, maka perlu adanya kebijakan yang mengatur segala tindakan ekonomi agar jangan sampai terjadi istilahnya monopoli perdagangan yang pasti akan mengakibatkan kerugian baik dalam skala kecil maupun skala global.


Adapun ciri-cirinya antara lain:

1) Produsen barang/jasa semata-mata untuk memperoleh keuntungam sebesar-besarnya

2) Kurang memperhatikan kualitas barang

3) Tidak jujur dalam mengukur berat, ukuran tidak standar.

4) Kurang memperhatikan kelestarian lingkungan

5) Tidak taat membayar kewajiban pajak.





Contoh perilaku produsen :




1. Produsen mencari keuntungan dengan menghasilkan barang atau jasa sebanyak-banyaknya dengan modal yang seminimum mungkin.


2. Produsen memberikan Diskon kepada pembeli atau konsumen yang membeli barang dalam jumlah yang banyak yang telah diakantentukan produsen itu sendiri.


3. Produsen mematok biaya produksi berdasarkan faktor input produksi tersebut, sehingga ketika harga salah satu faktor input naik, maka harga jual hasil produksi pun akan ikut naik.


4. Selain produsen menghasilkan barang atau jasa sesuai kebutuhan konsumen, produsen juga menghasilkan barang atau jasa sesuai trend atau sesuatu yang sedang banyak diminati oleh masyarakat.


5. Produsen juga mengadaptasi isu global atau keadaan sosial yang sedang terkenal saat itu untuk memasarkan barang atau jasa yang mereka jual.


6. Produsen juga memberikan diskon besar-besaran untuk barang yang sudah lama disimpan di gudang atau biasa disebut cuci gudang.





2.5 Peranan Produksi Pada Perilaku Produsen :



Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan:


1. Faktor produksi asli


Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.


2. Faktor produksi turunan


Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian (skill).










2.6 Produksi Optimal



Penentuan pola produksi optimal merupakan masalah yang penting dalam suatu perusahaan, karena menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan dan merencanakan kebutuhan dan tingkat produksi perusahaan. Ada tiga macam pola produksi yaitu: pola produksi konstan, pola produksi bergelombang dan pola produksi moderat. Tujuannya adalah untuk mengetahui hasil ramalan penjualan dan untuk mengetahui pola produksi optimal yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan.



Dalam melakukan analisis data yang ada dalam perusahaan yang sesuai dengan pokok permasalahan , maka teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis incremental cost yaitu suatu analisis yang mempertimbangkan biaya-biaya tambahan yang muncul dalam proses produksi dari masimg-masing alternative pola produksi yang ada. Biaya-biaya yang dipertimbangkan adalah biaya simpan, biaya lembur, biaya perputaran tenaga kerja dan biaya subkontrak. Sedangkan untuk menentukan pola penjualan yang ada dalam perusahaan dilakukan ramalan penjualan dengan metode exponential smoothing Alpha 0.5.




Tingkat Produksi Optimal


Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.


Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :


1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.


2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.


3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.



Penentuan Volume Produksi yang Optimal



Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :


1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).


2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).


Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :



1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)


2. Biaya modal (opportunity cost of capital)


3. Biaya keusangan


4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan


5. Biaya asuransi persediaan


6. Biaya pajak persediaan


7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan


8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya



2.7 Least Cost Combination






Isoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan 2 input variabel dengan tingakat output tertentu atau Kurva yang menghubungkan titik kombinasi input untuk menghasilkan tingkat output yang sama.



Marjinal Rate of Technical Substitution (MRTS)



Jumlah input L yang dapat disubstitusikan terhadap input K agar tingkat output yang dihasilkan tidak berubah. Menunjukkan tingkat penggantian marjinal yang semakin kecil sepanjang pergerakan ke bawah kurva isooquant.





Kendala Anggaran Produsen (Kurva Isocost)



Isocost atau Garis Ongkos sama adalah kombinasi faktor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah ongkos tertentu. Untuk menggambar Isocost ini harus diketahui uang tersedia dan harga masing-masing factor produksi/input.


Anggaran tertinggi yang mampu disediakan produsen untuk membeli input yang digunakan dalam proses produksi dihubungkan dengan harga input.


PKK + PLL ≤ C atau


PKK + PLL = C




2.8 CONTOH KASUS


Bagi Anda pengguna iPhone, mungkin sudah begitu mengenal yang namanya Apple App Store. Apple App Store merupakan sebuah platform distribusi aplikasi digital yang dikembangkan dan dikelola oleh Apple Inc untuk iOS. Pasarnya iOS ini memungkinkan pengguna untuk mencari dan men-download aplikasi dari iTunes Store yang dikembangkan dengan SDK (Software Development Kit) iOS atau SDK Mac dan dipublikasikan melalui Apple Inc. Aplikasi yang tersedia ada yang bersifat gratis tetapi ada juga yang sifatnya berbayar. Aplikasidapat di-download langsung ke perangkat pengguna atau di-download ke PC /Mac melalui iTunes.


Apple App Store didirikan dan dibuka sebagai pasar market iOS pada tanggal 10 Juli 2008 melalui sebuah update iTunes. Lalu pada tanggal 11 Juli, iPhone 3G yang datang dengan iOS 2.0.1 diluncurkan dengan sistempreloaded yang didukung oleh Apple App Store. Firmware baru iOS 2.0. untuk iPhone dan iPod Touch juga disediakan melalui iTunes. Sekitar tanggal 6 bulan Juni 2011, setidaknya ada 425.000 aplikasi resmi dari pihak ketiga yang tersedia di Apple App Store.


Apple App Store dapat diakses dari iPhone, iPod Touch dan iPad melalui aplikasi iOS dengan nama yang sama. Layanan market ini juga merupakan satu-satunya cara bagi pengguna produk Apple untuk bisa men-download aplikasi asli ke perangkat iOS tanpa harus melakukanjailbreaking.


Pada bulan Februari 2011, Apple mengumumkan layanan barunya yang berbasis langganan, di mana memungkinkan para developer untuk mengatur perpanjangan dan harga langganan secara bebas. Layanan baru dari Apple App Store tersebut memungkinkan developer untuk menjual konten secara langsung melalui aplikasi mereka, serta memungkinkan pengguna untuk menerima konten baru selama periode waktu tertentu.


Sekitar tanggal 10 Juli 2008, CEO Apple, Steve Jobs mengatakan kepada USA Today bahwa Apple App Store tekah diisi oleh 500 aplikasi pihak ketiga untuk iPhone dan iPod Touch, dan dari jumlah tersebut sekitar 25% nya bersifat bebas. Berbeda dengan aplikasi standar yang telah built-in pada iPhone, aplikasi download dari Apple App Store dapat dihapus oleh penggunanya suatu hari nanti.


Para pesaing Apple lainnya pun memiliki market sendiri untuk aplikasi-aplikasi mobile-nya.Sebut saja Palm Inc yang memiliki toko aplikasi yang mirip dengan Apple App Store untuk perangkat Palm dengan mengumumkan App Catalog untuk webOS pada Palm Pre yang dirilis pada tanggal 6 Juni 2009.


Platform lainnya adalah Android Market yang digunakan oleh perangkat yang hubungannya dengan sistem operasi Google Android. Microsoft juga merilis Windows Phone Marketplace, sebuah toko aplikasi untuk platform Windows Phone mereka.


Selain nama-nama di atas, tercatat juga nama perusahaan lain yang diklaim menyerupai Apple App Store, seperti Nokia dengan Ovi Store, Samsung dengan Samsung Apps terutama untuk memenuhi OS Bada sendiri, lalu RIM yang meluncurkan BlackBerry App World. [MG]







BAB III


PENUTUP





3.1 KESIMPULAN



Seluruh materi-materi yang disampaikan adalah hal-hal yang harus dilakukan pengusaha untuk meningkatkan hasil produksi sehingga tujuan mendapat keuntungan pun dapat tercapai. Untuk memaksimalkan hasil produksi harus memenuhi beberapa konsep penting dalam perilaku produsen yaitu :





1. Faktor Produksi


2. Fungsi Produksi


3. Law of diminishing returns


4. Least Lost Combination


Perilku produsen juga mengajarkan kita untuk lebih teliti dalam memberikan harga jual yang tidak merugikan produsen dan juga tidak memberatkan konsumen sehingga daya konsumsi pun stabil karena selain konsumen membutuhkan barang atau jasa yang dihasilkan produsen, konsumen juga mampu membeli barang atau jasa yang di jual.


Produsen adalah orang yang menciptakan atau menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan demi tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia,Dengan demikian Produsen itu memiliki tujuan tertentu untuk menjadikan produksi mereka yang optimal dan mempunyai harga yang kompetitif.








DAFTAR PUSTAKA




http://hertoniraditya.wordpress.com/2012/03/21/perilaku-produsen/


http://ahmadcirebon.blogspot.com/2012/06/perilaku-produsen_05.html


http://kampung-jawa.blogspot.com/2012/04/contoh-perilaku-produsen-yang-merugikan.html


http://mazwaly.wordpress.com/2012/12/26/perilaku-produsen-yang-merugikan-kepentingan-masyarakat/


http://chandrapamungkas.wordpress.com/2011/04/05/produsen-dan-fungsi-produksi-produksi-optimal-dan-least-cost-combination/


http://erlina91.blogspot.com/2012/03/makalah-perilaku-produsen.html








2ka12


Nama Kelompok :


Arwin Avid 11111212


Dimas Napolio 12111123


Ibnu Sena D 13111435


Mahardika Aryaguna 14111242


Rangga Septa H 15111873


Septian Hidayat 16111690






UNIVERSITAS GUNADARMA

Resume “Analisis Pendapatan Nasional Untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi”

Senin, 10 Juni 2013 0 komentar


1. Pendapatan nasional dengan perekonomian tertutup sederhana dua sector.
Pada pendapatan nasional dengan perekonomian tertutup sederhana dua sector merupakan penjumlahan dari lima hal, antara lain :
a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
b. Pendapatan dari seseorang
c. Keuntungan perusahaan
d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
e. Pendapatan sewa.
2. Model analisis dengan variabel investasi dan tabungan
Model analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi. Tujuan dari pelaksanaan. Analisis keuangan pemerintah mencakup 4 aspek sebagai berikut yaitu :
a. Operasi keuangan pemerintah dengan deficit.
b. Dampak operasi keuangan pemerintah.
c. Dampak rupiah operasi keuangan
d. Dampak valuta asing
3. Angka Penggandaan atau Multiplier
Angka penggandaan atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional
4. Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan, hal ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen.
Tiga macam inflasi yaitu :
a. Inflasi tarikan permintaan
b. Inflasi desakan biaya
c. Inflasi karena pengaruh impor.

 
Place to Share of Knowledge © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum